Toko Buku Apuy Bandung

July 26, 2007

Judul : Ksatria Pembela Kurawa, NARASOMA

Filed under: Umum, Pewayangan - Apuy @ 6:24 pm
Share on Facebook

Karya : Pitoyo Amrih
Harga : Rp.40.000,-
Penerbit : Pinus
“Buku kisah dunia wayang ini mencerminkan pergolakan batin seorang pemimpin di tengah keharusan membela kejahatan hingga memunculkan kegundahan pribadinya.”

 

Raden Narasoma, putra mahkota kerajaan Mandraka, selalu memberontak terhadap kungkungan kehidupan istana. Di usia mudanya, dia memilih untuk mengembara sebagai perlawanan atas didikan ayahandanya, Prabu Mandarapati. Setelah menikah tanpa minta restu dari orang tuanya, dia terusir untuk kedua kalinya dari istana Mandraka. Narasoma lalu hidup di desa, dan kembali ke istana untuk mewarisi tahta dengan gelar Prabu Salya setelah ayahnya mati bunuh diri dalam kesedihan dan penyesalan.
                Prabu Sayla menjadi ksatria sakti tanpa tanding karena memiliki ajian Candabirawa walau dia memilih diam ketika orang lain membutuhkan kesaktiannya. Selama hidupnya, Narasoma hanya dua kali menunjukkan ajian tersebut yaitu ketika pertama kali dia melihat sendiri ajian itu muncul dan saat ajian Candabirawa muncul untuk kedua kali sebagai tanda kematiannya.
                Dalam Perang Baratayudha, Narasoma harus membela Kurawa. Di tengah perang hebat yang menewaskan puluhan ribu orang, dia memedam kegundahan di dalam hatinya: kenapa harus membela Kurawa? Bagi Prabu Sayla atau Narasoma, perang batin inilah yang sebenarnya melebihi kedahsyatan Baratayudha. Prabu Sayla, seorang raja besar Mandraka, harus selalu mengalami pertentangan batin dalam hidupnya.