Toko Buku Apuy Bandung

September 13, 2009

Judul : INDEKS AL-QURAN: PANDUAN MUDAH MENCARI AYAT DAN KATA DALAM AL-QURAN (Edisi baru, 2008)

Filed under: Agama Islam - apuy @ 9:23 pm
Share on Facebook

Penulis : Dr. Azharuddin Sahil Jumlah Halaman : 908 Penerbit : Mizan Pustaka Harga : Rp 229.000,-

KEUNGGULAN INDEKS AL-QURAN karya DR. AZHARUDDIN SAHIL

•Paling lengkap dan paling sistematis dibandingkan indeks-indeks Al-Quran yang ada.

•Layak disebut Al-Mu’jam Al-Mufahras versi Indonesia karena kelengkapannya dan kesistematisannya.

•Memuat semua kata yang terdapat dalam terjemahan Al-Quran bahasa Indonesia yang disusun secara alfabetis.

•Kata-kata disajikan dalam bentuk lema (entri), baik dalam bentuk kata kerja, kata sifat, kata keterangan, maupun kata benda.

•Tiap-tiap lema disusun berdasarkan kata dasarnya, yang diikuti oleh beberapa sublema, baik berupa kata turunan, kata ulang, atau kata majemuk.

Misalnya, putus:

memutuskan (me-kan)

terputus (ter-)

terputuslah (ter-lah)

keputusan (ke-an)

hari keputusan (hari ke-an)

putus-putusnya (kata ulang)

putus asa (kata majemuk)

•Disusun oleh pakar pengajaran Al-Quran yang telah menyusun berbagai buku seputar Al-Quran yang digunakan secara luas di Indonesia dan Malaysia.

Indeks Al-Quran adalah peranti navigasi bagi pencinta Al-Quran untuk menelusuri keluasan dan keragaman tema-tema dalam Al-Quran. Indeks ini disusun dan dikemas menyerupai Al-Mu’jam Al-Mufahras, sebuah indeks Al-Quran terlengkap yang paling banyak dipakai oleh umat Islam di seluruh dunia.

Dengan menampilkan terjemahan Al-Quran lengkap dengan nomor surah dan ayat, pembaca yang tidak mengerti bahasa Arab pun dapat dengan mudah mencari ayat-ayat dan kata-kata dalam Al-Quran yang dikehendaki.

Disusun untuk menutup kekurangan-kekurangan yang terdapat pada indeks sejenis yang telah ada, indeks ini sangat dibutuhkan oleh para pemikir, cendekiawan, ulama, penulis, pengajar, mubalig, pelajar dan mahasiswa—pendeknya, siapa saja yang menjadikan Al-Quran sebagai referensi kehidupan.

“Membantu Anda dengan mudah dan cepat untuk menemukan keterangan bagaimana pandangan Al-Quran tentang sesuatu masalah.”

—K.H. Miftah Faridl

“Memberikan sumbangan berharga kepada siapa saja yang berminat berunding dengan Kitab Suci melalui cara yang mudah.”

—Ahmad Syafi’i Ma’arif

September 2, 2009

Judul : Biarkan Hatimu Bicara

Mencerdaskan Dada, Hati dan Lubb
 
Karya : Al Hakim At Tirmidzi
Harga :  Rp.19.900,- (SC), Rp.26.900,- (HC)
 
Hati kita adalah sumber cahaya batiniah, inspirasi, kreativitas, dan belas kasih. Seorang mukmin sejati, hatinya hidup, terjaga, dan dilimpahi cahaya.
Jika kata-kata berasal dari hati, ia akan masuk ke dalam hati; jika ia keluar dari lisan, maka ia hanya sampai ke telinga.
Hati memiliki mata yang digunakan untuk menikmati pemandangan alam gaib, telinga untuk mendengar perkataan penghuni alam gaib dan firman Tuhan, hidung untuk mencium wewangian rohaniah, dan mulut untuk merasakan cinta, manisnya keimanan, serta lezatnya pengetahuan spiritual.
Ketika mata hati terbuka, kita dapat melihat kenyataan yang tersembunyi di balik penampakan luar dunia ini. Ketika telinga hati terbuka, kita mampu mendengar kebenaran yang tersembunyi di balik kata-kata yang terucap. Melalui hati yang terbuka, sistem saraf kita dapat menyesuaikan diri dengan sistem saraf orang lain, sehingga kita mengetahui apa yang mereka pikirkan dan bagaimana mereka akan bersikap .
Psikologi sufi menekankan pentingnya mencerdaskan hati. Seseorang yang hatinya terbuka akan lebih bijaksana, penuh kasih sayang, dan lebih pengertian daripada mereka yang hatinya tertutup
Buku ini mengulas psikologi hati berikut empat lapisannya. Tiap lapisan terhubung dengan salah satu cahaya Allah. Dada ( shadr )—lapisan luar—terhubung dengan cahaya Islam, hati ( qalb ) terhubung dengan cahaya iman, hati-lebih-dalam ( fu’âd ) terhubung dengan cahaya makrifat, sementara inti-hati ( lubb) terhubung dengan cahaya tauhid.
Empat lapisan ini juga berkaitan dengan empat kedudukan hamba—muslim, mukmin, ahli makrifat, dan ahli tauhid—dan empat kondisi nafs (jiwa) yang disebutkan dalam Alquran: nafs yang memerintahkan keburukan ( ammârah bi al-sû’ ), nafs yang suka mencela ( lawwâmah ), nafs yang terilhami ( mulhamah ), dan nafs yang tenteram ( muthma’innah ).

Istafti qalbak, mintalah fatwa pada hatimu;
kebaikan adalah sesuatu yang membuat hatimu tenang
dan keburukan adalah sesuatu yang membuat hatimu gelisah.”
Hadis Nabi

September 1, 2009

Judul :Tiga Kemuliaan, Ramadhan, Dzulhijjah, dan Hari Jum’at

Filed under: Tasawuf, Buku Karya Tokoh Sufi - apuy @ 6:16 pm
Share on Facebook