Toko Buku Apuy Bandung

July 26, 2007

Judul : Sapaan Ilahi, Pilihan Hadis Qudsi Beserta Penjelasan Para Perawinya

Filed under: Hadits - Apuy @ 6:25 pm
Share on Facebook

Karya : Lajnah Sunnah Majelis Tinggi Urusan Agama Mesir
Harga : Rp.35.000,-
Penerbit : Iiman
                Hadis Qudsi menempati kedudukan paling istimewa setelah Al-Quran. Hamper tak ada bedanya dengan Al-Quran, hadis qudsi adalah ungkapan langsung atau sapaan Allah kepada hamba-Nya melalui lisan Nabi. Dalam hadis qudsi, Tuhan selalu menyatakan diri sebagai “Aku” dan menyapa hamba-Nya sebagai “Engkau”, sehingga hubungan “Aku dan Engkau”—meminjam istilah Martin Buber—terasa begitu akrab dan hangat. Jalinan keintiman ini, pada gilirannya, membuat hadis qudsi lebih bisa menguak berbagai rahasia sisi keilahian-Nya di satu sisi, dan rahasia kehidupan makhluk di sisi lain.
                Karena itu, wajarlah kalau kemudian hadis qudsi lebih banyak dijelaskan para sufi. Bahkan bisa dikatakan bahwa hadis qudsi merupakan sumber inspirasi terbesar mereka setelah Al-Quran. Mereka kerap mendasarkan ajaran-ajaran utama mereka pada hadis qudsi. Atas jasa mereka, berbagai makna yang tak terkira dari sapaan Ilahi itu bisa kita nikmati.
                Salah satu penjelasan alternative terhadap hadis qudsi yang jarang diungkap adalah penjelasan langsung (syarah) para perawinya. Di antara para perawi (ahli hadis) ada juga yang sekaligus ahli sufi, seperti Jalaluddin Al-Suyuthi, Zakaria Al-Anshari, Ibn Qayyim Al-Jauzi dan seterusnya. Bahkan, selain mendalam, penjelasan mereka memiliki dasar kekuatan yang jauh lebih tinggi: otoritas sanad (rangkaian perarwi hadis) yang sampai kepada nabi SAW. 

Judul : Ksatria Pembela Kurawa, NARASOMA

Filed under: Umum, Pewayangan - Apuy @ 6:24 pm
Share on Facebook

Karya : Pitoyo Amrih
Harga : Rp.40.000,-
Penerbit : Pinus
“Buku kisah dunia wayang ini mencerminkan pergolakan batin seorang pemimpin di tengah keharusan membela kejahatan hingga memunculkan kegundahan pribadinya.”

 

Raden Narasoma, putra mahkota kerajaan Mandraka, selalu memberontak terhadap kungkungan kehidupan istana. Di usia mudanya, dia memilih untuk mengembara sebagai perlawanan atas didikan ayahandanya, Prabu Mandarapati. Setelah menikah tanpa minta restu dari orang tuanya, dia terusir untuk kedua kalinya dari istana Mandraka. Narasoma lalu hidup di desa, dan kembali ke istana untuk mewarisi tahta dengan gelar Prabu Salya setelah ayahnya mati bunuh diri dalam kesedihan dan penyesalan.
                Prabu Sayla menjadi ksatria sakti tanpa tanding karena memiliki ajian Candabirawa walau dia memilih diam ketika orang lain membutuhkan kesaktiannya. Selama hidupnya, Narasoma hanya dua kali menunjukkan ajian tersebut yaitu ketika pertama kali dia melihat sendiri ajian itu muncul dan saat ajian Candabirawa muncul untuk kedua kali sebagai tanda kematiannya.
                Dalam Perang Baratayudha, Narasoma harus membela Kurawa. Di tengah perang hebat yang menewaskan puluhan ribu orang, dia memedam kegundahan di dalam hatinya: kenapa harus membela Kurawa? Bagi Prabu Sayla atau Narasoma, perang batin inilah yang sebenarnya melebihi kedahsyatan Baratayudha. Prabu Sayla, seorang raja besar Mandraka, harus selalu mengalami pertentangan batin dalam hidupnya.

July 24, 2007

Judul : Hermeneutika AlQuran Fazlur Rahman

Filed under: Agama Islam - Apuy @ 3:40 pm
Share on Facebook

Karya : Sibawaihi
Harga : Rp.30.000,-
Penerbit : Jalasutra

            Jika ada pertanyaan siapa pemikir besar Muslim di abad ke-20, tentu nama Fazlur Rahman patut disebut. Betapa tidak, ide-idenya tanpa disadari telah membuahkan revolusi pemikiran. Ide-ide yang diarahkan untuk mengkritisi rancang bangun keilmuan Islam itu telah membekas dan mendatangkan ilham bagi banyak pemikir Muslim.

            Sebagai Muslim yang taat, rahman menempatkan Alquran sebagai sumber ajaran Islam yang patut dipegang. Bahkan berbagai hadits dan riwayat yang bagi banyak orang dianggap populer ia tampik bila tidak sesuai dengan Alquran. Rahman kukuh memegang prinsip ini. Rahman adalah koranik, pemegang Alquran, dan dengannya memfurifikasi ajaran Islam dari segala pengaruh asing yang tidak berasal dari Alquran.

July 20, 2007

Judul : Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Quran (15 Jilid)

Filed under: Tafsir - Apuy @ 10:47 am
Share on Facebook

Karya : M. Quraish Shihab
Harga : Rp.1.670.000,-
Penerbit : Lentera Hati
1.     Tafsir Al-Misbah QS. Al-Fatihah s/d Al-Baqarah          Rp.105.000,-
2.     Tafsir Al-Misbah QS. Ali Imran s/d An-Nisa                  Rp.109.900,-
3.     Tafsir Al-Misbah QS. Al-Maidah                                      Rp.59.900,-
4.     Tafsir Al-Misbah QS. Al-An’am                                       Rp.66.000,-
5.     Tafsir Al-Misbah QS. Al-A’raf s/d At-Taubah               Rp.120.000,-
6.     Tafsir Al-Misbah QS. Yunus s/d Ar-Ra’d                       Rp.98.500,-
7.     Tafsir Al-Misbah QS. Ibrahim s/d Al-Isra’                      Rp.97.500,-
8.     Tafsir Al-Misbah QS. Al-Kahfi s/d Al-Anbiya               Rp.88.800,-
9.     Tafsir Al-Misbah QS. Al-Hajj s/d Al-Furqan                  Rp.97.500,-
10.   Tafsir Al-Misbah QS. Asy-Syura’ s/d Al-Ankabut       Rp.98.800,-
11.   Tafsir Al-Misbah QS. Ar-Rum s/d Yasin                         Rp.99.600,-
12.   Tafsir Al-Misbah QS. Ash-Shaffat s/d Az-Zukhruf       Rp.99.800,-
13.   Tafsir Al-Misbah QS. Ad-Dukhan s/d Al-Waki’ah        Rp.98.900,-
14.   Tafsir Al-Misbah QS. Al-Hadid s/d Al-Mursalat           Rp.113.900
15.   Tafsir Al-Misbah QS. Juz ‘Amma                                      Rp.106.800,-

July 17, 2007

Judul : Asbabun Nuzul, Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat Al-Quran

Filed under: Tafsir - Apuy @ 3:23 pm
Share on Facebook

Karya : K. H. Q. Shaleh, H. A. A. Dahlan
Harga : Rp.32.500,-
Penerbit : Diponegoro

Judul : Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah SAW

Filed under: Biografi - Apuy @ 3:23 pm
Share on Facebook

Karya : Khalid Muh. Khalid
Harga : Rp.37.000,-
Penerbit : Diponegoro
                Kitab Rijal Haolar Rasul, karya Khalid Muhammad Khalid, sangat mengasikan untuk dibaca, dikaji dan ditelaah. Penulis telah berhasil membawa pembaca mengahayti liku-liku peri hidup para sahabat Rasulullah 15 abad yang lampu, dalam kata-kata yang cukup indah dan menarik.
                Penulis kitab ini telah mampu “membacakan” fakta histories dalam bahasa yang mudah dipahami dan mempesona, seakan-akan kita berada dengan para sahabat. Pembaca akan memperoleh gambaran yang kongkrit tentang kesungguhan berjuan, sikap hidup dan pandangan serta proses pembinaan pribadi para sahabat yang dari hari ke hari ditekuni Rasulullah saw.
Segala peristiwa yang dihayati para sahabat, secara individual terlukiskan secara deskriptif, sehingga diperoleh gambaran mengenai karakteristik perihidup para pelopor penegak kebenaran dan keadilan di dunia.
Hal-hal yang biasa dipertanyakan orang dalam usaha mendalami suatu biografi akan terjawab oleh kitab ini, antara lain:
·         Apakah latar belakang kehidupan tokohsahabat yang menjadi kebanggaan bagi kemanusiaan di dunia?
·         Bagaimanakah latar belakang kehidupan masa kecil sahabat tersebut dan kondisi lingkungan yang mempengaruhinya?
Peristiwa penting apakah yang menunjukkan keluhuran akhlak dan ketinggian budi pekertinya?

Judul : Syaikh Abdul Qadir al-jailani, Mahkota Para Aulia, Kemuliaan Hamba yang Ditampakkan-Nya

Filed under: Buku Karya Tokoh Sufi - Apuy @ 3:15 pm
Share on Facebook

Karya : Syaikh Muhammad bin Yahya at-Tadafi 
Harga : Rp.40.000,-
Penerbit : Prenada
                Syaikh Abu Hasan yang masyhur dengan panggilan Ibnu Syathanthah al-Baghdadi bercerita tentang gurunya, Syaikh Abdul Qadir al-jailani, penghulu para wali, “Pada suatu malam di bulan Safar 553 H, saya mengikuti beliau yang hendak pergi. Tidak berapa lama berjalan tiba-tiba saya tersadar bahwa kami telah tiba di suatu tempat semacam ribath, yang tidak saya ketahui dimana. Di dalamnya terdapat 6 orang yang segera mengucapkan salam ketika beliau masuk. Saya bersembunyi di sudut bangunan. Dari salah satu ruangan, saya mendengar suara dengungan yang kemudian berhenti. Kemudian seorang pria masuk lalu keluar membawa seseorang di pundaknya. Setelah itu, seorang pria yang yang tidak mengenakan apa-apa di kepala dengan kumis lebat masuk dan duduk di hadapan sang Syaikh yang kemudian mengambil 2 kalimah syahadat darinya dan memotong kumis serta rambutnya. Setelah itu beliau kenakan Thaqiyah (sejenis peci) di kepalanya dan memberikan nama Muhammad kepadanya serta berkata kepada yang lain, ‘Aku telah diperintahkan untuk menjadikannya sebagai pengganti dari yang meninggal’. ‘Kami mendengar dan patuh’ jawab yang lain.
                Setelah itu, beliau keluar dan kembali ke Baghdad. Keesokan hari, saya memohon sang Syaikh menjelaskan apa yang saya lihat semalam. Belaiu berkata, ‘Negeri tersebut adalah Nahawand. 6 orang yang engkau lihat adalah para wali Abdal dan suara dengungan di sana untuk menyaksikan wafatnya. Orang yang aku ambil syahadatnya adalah orang Konstantinopel/ Nasrani dan aku diperintahkan untuk menjadikannya sebagai ganti dari si sakit. Sedangkan orang yang masuk dan keluar sambil menggendong seseorang di pundaknya adalah Nabi al-Khidr as. Yang diperintahkan Allahuntuk mengurusi jenasah si wali yang wafat. Kemudian sang Syaikh mengambil sumpah agar saya tidak menceritakan peristiwa tersebut saat beliau masih hidup.
                Buku ini menghadirkan secara utuh sosok Syaikh Abdul Qadir al-jailani yang dirangkai dengan biografi ringkas para sufi besar lainnya, juga menguraikan puncak pencapaian laku sufistik zuhud, wara’, cinta, tawakal, iklhas, ridha, syukur dan sabar.